Tampilkan postingan dengan label PC Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PC Games. Tampilkan semua postingan

10 Ramalan tentang Industri Game di 2013!



Industri game memang belum memperlihatkan gairah yang menggebu-gebu di awal tahun 2013 ini. Sebagian besar developer dan publisher masih menahan diri untuk merilis game-game andalan mereka di bulan pertama di tahun yang baru ini, tentu saja untuk menunggu gamer menyelesaikan terlebih dahulu game yang mereka dapatkan di libur panjang akhir tahun yang lalu. Melewati tahun 2012 yang manis, tahun 2013 memang menawarkan segudang potensi yang tidak kalah menarik untuk diikuti. Tidak hanya konfirmasi kemunculan beberapa nama besar, industri game tentu saja masih menyimpan segudang kejutan yang memang pantas untuk diantisipasi. Namun dari beberapa informasi dan tren yang berkembang di tahun 2012, ada beberapa hal menarik yang dapat diprediksikan di tahun 2013. Sebuah tren yang mulai terlihat jelas, tidak hanya dari jajaran game yang akan hadir, namun beragam rumor yang sudah lama berkembang.

Setelah sempat membahas berbagai game yang pantas untuk diantisipasi tahun ini, tren-tren apa saja yang akan menghiasi industri ini selama 362 hari ke depan? Inilah beberapa tren dan prediksi yang menurut kami pribadi, akan menjadi pondasi hidupnya industri game selama tahun 2013 ini.

1. Popularitas Busur dan Panah



Salah satu tren yang dapat terlihat dengan jelas sejak akhir tahun 2012 hingga mungkin, sepanjang tahun 2013 mendatang adalah munculnya panah dan busur sebagai senjata “eksotis” yang tidak boleh terlewatkan. Busur dan panah diposisikan sebagai senjata efektif yang mampu membunuh sebagian besar musuh dengan satu langkah, sekaligus menjadikan keheningannya sebagai faktor stealth yang krusial. Far Cry 3 dan Battlefield: Aftermath sudah menyertakannya dan beberapa game seperti: Tomb Raider dan Crysis 3 juga akan mengusungnya. Busur dan panah tampaknya akan menjadi primadona baru industri game di tahun 2013 ini.

2. Bangkitnya Kembali Survival-Horror



Survival-horror boleh terbilang sebagai salah satu genre yang kian ditinggalkan, bahkan oleh sebagian besar franchise yang berhasil meraih popularitas darinya. Namun kesuksesan mekanisme gameplay sederhana yang ditawarkan oleh Slenderman di tahun 2012 silam seolah menjadi indikator yang valid bahwa genre ini masih memiliki peminat yang tidak sedikit. Tidak lantas terjerumus di sisi action, gamer hanya akan dibekali dengan kemampuan dan senjata yang terbatas untuk bertahan hidup, atau bahkan dituntut untuk hanya berlari, menghindar, dan bersembunyi. Kembalinya survival-horror sebagai genre populer tampaknya akan kian menguat di tahun 2013 ini.

3. Sistem Freemium


Free to play adalah masa depan industri game, tidak sedikit publisher yang mengakui konsep ini. Free to play tidak hanya memberikan kesempatan untuk menciptakan pasar konsumen yang lebih luas, tetapi juga menutup celah kerugian yang selama ini dipermasalhkan dari proses pembajakan. Untuk itu, sistem freemium yang menawarkan opsi pembelian beragam item, equipment, hingga karakter, baik untuk kepentingan gameplay atau sekedar kosmetik, menjadi format yang dianggap paling masuk akal. Beberapa game MMO yang dirilis ke pasaran di tahun 2012 silam sudah menerapkan hal ini, dan tidak tertutup kemungkinan tetap akan menjadi konsep yang tetap dipertahankan hingga tahun 2013 ini. Beberapa game MMO yang sudah lama dipersiapkan akan ditawarkan dengan sistem freemium. Salah satu yang pantas untuk diantisipasi? Tentu saja kehadiran game MOBA racikan Valve yang kini semakin diminati – DOTA 2.

4. Pembicaraan Tentang Konsol Generasi Selanjutnya


Konfirmasi tentang kehadiran konsol generasi terbaru memang masih menjadi misteri, walaupun terlepas dari beragam rumor hangat yang terus berkembang mengitarinya. Walaupun demikian, fakta umur Playstation 3 dan XBOX 360 yang sudah uzur dan kian mendekati akhir hidupnya memang tidak terbantahkan. Sebagian besar rumor yang sempat berkembang meyakini bahwa 2013 akan menjadi tahun bagi dua produsen besar – Microsoft dan Sony untuk memperkenalkan konsol-konsol terbaru ini. Tidak akan mengherankan jika tahun 2013 akan dipenuhi dengan beragam berita dan rumor yang akan terus menyoroti hadirnya kekuatan baru di industri game ini. Bagian terbaiknya? Ada kemungkinan besar kita akan menyaksikan secara langsung kelahiran konsol generasi terbaru ini dan tidak lagi sekedar rumor belaka.

5. The Rise of Mobile Gaming!



Kemampuan sebagian besar smartphone dan tablet saat ini memang sudah cukup untuk menghasilkan kualitas mobile video gaming yang pantas untuk diacungi jempol, bahkan untuk menciptakan visualisasi mendekati konsol yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya. Dengan peningkatan kemampuan di tahun 2013 dengan dirilisnya beberapa chipset baru yang lebih bertenaga tentu saja akan memperkuat popularitas mobile gaming. Perlahan namun pasti, ia tidak lagi hanya ditujukan untuk para gamer casual, tetapi juga gamer-gamer yang membutuhkan game-game “serius” yang menantang. Beragam port game-game ternama masa lalu dari beberapa publisher akan terus terjadi, bahkan tidak tertutup kemungkinan, memunculkan beberapa judul eksklusif yang tidak kalah kualitasnya. Kehadiran konsol rumahan murah bebasiskan Android seperti Ouya juga akan memperkuat tren ini.



Untuk menjaring pangsa pasar yang jauh lebih luas, tidak sedikit publisher saat ini yang mulai menjajal industri game Hollywood untuk “menghidupkan” kembali franchise-franchise raksasa mereka dalam bentuk yang berbeda. Ubisoft mungkin menjadi yang paling gencar melakukan hal ini dengan proses adaptasi Splinter Cell, Assassin’s Creed, Watch Dogs, dan Splinter Cell. Namun tidak sedikit publisher lain yang juga mengejar hal yang sama, seperti EA yang sudah mengumumkan versi film untuk Need for Speed dan Mass Effect. Sony juga dikabarkan tengah berusaha menggarap adaptasi untuk God of War. Walaupun tidak semua film ini akan dirilis pada tahun 2013 ini, namun beragam rumor dan informasi progress terkait proses-proses adaptasi “Game to Movie” ini akan terdengar lebih gencar di tahun 2013 ini.

7. Remote Play



Nintendo Wii U boleh terbilang sebagai penggerak utama dan implementasi remote play yang selama ini didengungkan oleh banyak produsen. Kesempatan untuk menjadikan Wii U Pad tidak hanya untuk mengakses beragam informasi ekstra secara real-time untuk game-game yang sedang dimainkan, tetapi juga menjadikanya sebagai media untuk memainkan game-game Wii U tentu saja menginspirasi para kompetitor. Tidak akan mengherankan jika Sony akan mulai berbenah diri dan menjadikan kemampuan remote play antara PS Vita X Playstation 3 sebagai nilai jual utama di tahun 2013 ini sembari menyambut kehadiran Playstation 4 yang mungkin akan diumumkan pada akhir tahun nanti. Sementara kehadiran Windows 8 dari Microsoft juga menciptakan potensi yang tidak kalah besarnya. XBOX Smart Glass hanyalah awal dari apa yang bisa diimplementasikan di masa depan.

8. Fokus di Plot dan Pendekatan Sinematik



Jika di masa lalu, kemampuan interaktif ditonjolkan menjadi satu-satunya kekuatan industri game, kini perkembangan teknologi memungkinkan para aktor di belakang untuk menjajal hal yang berbeda. Tidak lagi hanya sekedar menjual sisi gameplay, para produsen kini juga mengejar keistimewaan plot yang diusung dan pendekatan sinematik untuk menciptakan pengalaman Hollywood yang lebih kental. Dramatisasi tidak hanya datang dari sekedar tembakan dan ledakan, tetapi juga lewat permainan cerita yang mampu menggugah emosi para pemain. Permainan kamera dan animasi pergerakan karakter yang didesain lebih “hidup” dijadikan sebagai pondasi untuk menciptakan pengalaman gaming yang lebih sempurna ini. Kebuntuan di sisi genre yang mulai minim opsi dan inovasi juga menjadi alasan di balik pilihan ini.

9. Persaingan Engine Next-Gen



Selama beberapa tahun terakhir ini, industri game memang boleh dikatakan, berhasil menciptakan game-game dengan visualisasi luar biasa yang pantas untuk diacungi jempol. Sebuah tren yang justru akan semakin gencar dengan semakin mendekatnya akhir usia konsol generasi saat ini. Beberapa developer engine memang sudah mengkonfirmasikan engine generasi terbaru mereka – Konami dengan Fox Engine, Square Enix dengan Luminous Engine, dan Epic dengan Unreal 4. Sementara developer seperti DICE mengumbar performa engine Frostbite 2.0 nya yang diakui belum dimanfaatkan secara maksimal. Dalam beberapa bulan ke depan, apalagi jika konsol generasi terbaru benar-benar dirilis, maka kita akan melihat pertarungan dan persaingan panas untuk menentukan engine next-gen apa yang pantas untuk diperhatikan. Tidak hanya engine-engine yang sudah diumumkan, tetapi juga para developer yang saat ini masih “merahasiakan”nya.

10. More Love for the Indies!



Walaupun banyak game-game berkualitas tinggi yang akan meluncur dari para developer dan produsen raksasa tahun ini, namun 2013 tampaknya masih akan menjadi tahun yang manis bagi para developer indie. Dengan kesuksesan beberapa proyek Kickstarter tahun lalu dan support dari komunitas yang terus menjadikan indie sebagai alternatif pilihan yang tidak dapat disangkal, tahun 2013 tampaknya masih akan menawarkan game-game indie yang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Indie justru menjadi katalis terbaik untuk menciptakan ragam game dan genre yang akan membuat gaming di tahun 2013 kian menarik. Jadi alih-alih sekedar menantikan kehadiran game-game raksasa dari para publisher yang sudah terkenal, ada baiknya jika kita mulai memerhatikan game-game indie apa saja yang akan hadir di tahun 2013 ini.Something that we won’t regret..

Di atas adalah 10 tren yang kami prediksikan akan mewarnai industri game sepanjang tahun 2013 ini. Sebagai prediksi yang didasarkan pada observasi terhadap beragam fenomena yang baru dimulai ataupun sudah menghangat sejak tahun 2012 kemarin, semua tren di atas bisa saja terealisasi menjadi kenyataan atau justru bergerak menjauh dari kondisi nyata di lapangan selama beberapa bulan ke depan. Bagaimana menurut Anda sendiri? Prediksi apa yang menurut Anda akan terjadi di industri game untuk tahun 2013 ini? Jangan ragu untuk berbagi dan meninggalkan pendapat Anda di bagian bawah komen ini. What is your prediction?

SUMBER!
Readmore »»   10 Ramalan tentang Industri Game di 2013!

DreadOut - Game Horror Kebanggaan Indonesia

Game-game bernuansa horor mungkin masih lebih populer dengan Resident evil atau Life 4 dead. Namun, Anda harus tahu bahwa Indonesia sekarang sudah mampu berbicara dalam “bidang” horor lewat game. Developer Digital Happiness pada awal tahun 2013 telah merilis sebuah game horor berjudul Dreadout. Hebatnya, Game ini sudah didesain dengan tampilan 3D yang mengusung perspektif 3rd person, dan mengkisahkan sebuah petualangan sekelompok pelajar SMA yang terjebak di sebuah kota misterius. Untuk genre Dreadout adalah Survival Horor.

Plot cerita game horor Dread Out berawal dari Linda, sang karakter utama yang terpisah dari teman- temannya saat melakukan petualangan di tempat asing. Dia berusaha untuk menemukan kembali kelompok teman-temannya. Saat berusaha menemukan teman-temannya, Linda dikagetkan oleh para makhluk misterius atau hantu. Uniknya, dalam Dreadout ini, Linda dapat membasmi para hantu yang ada dengan senjata kamer. Mungkin agak aneh, namun sebenarnya plot macam ini sama seperti game Fatal Frame yang juga memiliki tokoh karakter perempuan dan bermodalkan kamera.
Saat Linda berkeliling tempat , ia bertemu dengan berbagai macam hantu lokal khas Indonesia, diantaranya adalah pocong, kuntilanak dan makhluk dhemit lain. Apakah Linda semata-mata takut dengan para hantu? Tidak juga, karena dalam plot cerita, Linda dikisahkan sebagai anak yang memiliki kemampuan magis atau spiritual sehingga dia berani memburu hantu dengan kamera handphone. Jadi dalam game ini tidak ada aksi berlari menghindari hantu dan bersembunyi seperti yang ada pada film-film. Anda sebagai pemain bisa langsung menggunakan kamera handphone ini untuk melumpuhkan para hantu yang muncul. Hanya lakukan pemilihan mode bidik dan tekan, maka para hantu yang ada dalam jangkauan kamera Linda akan menghindar dengan sendirinya, menerima damage, dan akhirnya kalah. Selain itu, ada pula tanda indikator berwarna merah untuk memberikan pre-caution mengenai hadirnya ancaman dan biru untuk clue, agar memudahkan sang karakter utama untuk menemukan barang atau item yang ia butuhkan.

Mungkin yang menjadi perbedaan antara Dreadout dengan Fatal Frame adalah penggunaan fitur kamera. Dalam Fatal Frame masih digunakan Obscura Camera yang jadul, sedangkan Dreadout telah menggunakan kamera digital dalam smartphone. Hanya saja, untuk penggunaan kamera digital pada Dreadout tidak terbatas, baik baterai dan memori. Kemungkinan memang pihak pengembang tidak terlalu memperhatikan hal ini.

Untuk tampilan grafisnya, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Dreadout hadir dengan latar belakang yang dibangun dengan model 3D. inilah yang membuat DreadOut menawarkan kualitas visual yang sangat baik, terutama pada detailnya. Bahkan bentuk karakter juga sangat bagus seperti pada karakter Fatal Frame, hanya saja dengan wajah khas Indonesia. Salah satu yang mengagetkan bahwa dalam perjalanan petualangannya, Linda bertemu dengan seekor kucing. Bagaimana tidak? Di Indonesia seekor kucing memang lazim ditemui dimanapun Anda berada, diperumahan, gedung kosong, pekarangan atau jalanan. Seekor kucing kecil berwarna hitam dihadapan Linda terus menatap dan mengikutinya, elemen kecil inilah yang justru menawarkan sensasi horror tersendiri bagi pemain.

Bangunan dalam Dreadout memang tidak terlalu jelas karena game ini disetting dalam keadaan yang gelap dan Anda hanya akan mendapatkan penerangan seadanya. Namun bisa dipastikan bahwa konstruksinya masih terlihat sangat Indonesia, dengan jalanan yang sempit dan gelap, sunyi, tenang, penuh dengan pepohonan, serta adanya sepetak kuburan yang menyeramkan. Setting tempat macam ini sangat populer pada film horor bioskop. Selain itu, kemunculan para hantu juga dilakukan secara spontan dan cukup membuat pemain kaget. Bahkan ada pula elemen suara-suara lain seperti pecahan kaca, suara serangga, maupun suara seperti lolongan serigala.

Karena Dreadout merupakan game buatan developer Indonesia, tentu saja percakapan antara karakter dilakukan dengan bahasa Indonesia. Uniknya bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia sehari-hari, bukan bahasa baku.

Pihak Digital Happiness menyediakan media distribusi dengan download digital maupun dengan media DVD. Harga yang ditawarkan hanya sebesar 70 hingga 100 ribu, agar menghindari pembajakan. Anda bisa mengunduh versi demo pada situs resmi Dreadout di sini.

Ukuran file hanya sebesar 506.27 MB dan hanya dapat dimainkan pada OS minimal Windows XP dan 7, Mac OS X 10.6 serta Linux kernel 2.6.32. [ALX]






ScreenShot:








The Ghost List (For Now) :








Readmore »»   DreadOut - Game Horror Kebanggaan Indonesia

10 Best Action Free-to-Play Games

Setelah beberapa tahun kelabu menghantui pasar free-to-play nusantara, sepercik api harapan tampak kembali menyala. Kami sadar, mayoritas gamer sudah muak oleh taktik pemasaran publisher yang mencantumkan tulisan “free” atau “gratis main”, yang sebenarnya merupakan upaya penarik perhatian murahan: tanpa membeli item premium, avatar/karakter Anda tidak akan bertahan lama di dunia game online yang keras.

Banyak orang menyalahkan sistem microtransaction, tapi memandangnya sebelah mata juga bukanlah hal tepat. Microtransaction dalam game bukanlah sebuah dosa tak termaafkan, selama hal ini diimplementasi dengan seimbang dan tidak merusak nilai-nilai balancing dalam game, developer boleh menggunakannya sesuka hati. Namun perlu diingat, microtransaction adalah pedang bermata dua. Dan di Indonesia ini, sistem microtransaction adalah salah satu sistem pembayaran yang digunakan semena-mena oleh banyak publisher lokal. Apakah kita saja yang merasakan negativitas ini? Tidak juga, gamer dan khalayak industri game dunia telah lama sadar bahwa mayoritas developer dan publisher Asia menggunakan metode ini dalam menyambung hidup.

Tentu saja, hal buruk tidak bertahan selamanya. Banyak publisher dan developer telah mengubah sistem microtransaction mereka menjadi lebih bersahabat. Walaupun cukup terlambat, publisher lokal pun mengikuti langkah positif ini, dan membuat gamer online lokal – yang mayoritas berusia muda – dapat tersenyum lebih lebar serta lebih mudah menabung uang jajan mereka. Gerakan revolusi ini kita kenal dengan kelahiran Free-to-Play 2.0: game disajikan gratis, tentu dengan microtransaction, namun kini yang diperjualbelikan adalah item kosmetik – tidak ada lagi “menyewa” item sementara untuk menang. Proses levelling dan item khusus XP hanya berguna untuk mempercepat Anda menambah opsi tempur, bukan membuat Anda lebih mematikan dari pemain lain. Tidak ada lagi istilah “yang bermodal tinggilah yang akan menang”.

Jika Anda masih bingung dengan istilah di atas, atau masih bertanya-tanya, “Memang ada game F2P yang benar-benar fair?” Anda datang ke tempat yang tepat. Ini dia sepuluh game action (kami fokus pada genre action karena jika mengikutsertakan MMORPG, jumlahnya akan terlalu banyak) free-to-play yang bisa Anda mainkan sekarang juga, tanpa perlu mengeluarkan sepeser uang pun jika Anda tidak menginginkannya. Beberapa di antaranya sudah sering Anda dengar, namun mungkin banyak juga yang belum Anda ketahui. Masa keemasan game F2P 2.0 telah dimulai. Bangun dan tersenyumlah.

[Sekali lagi, kami berusaha untuk tidak memasukkan MMORPG dan mereka yang masih dalam tahap closed-beta. Game di bawah ini bisa langsung Anda unduh dan mainkan sekarang juga - Toothsie/ED]




10. APB Reloaded
Atau dikenal dengan nama panjang All Points Bulletin dikembangkan oleh Realtime Worlds, dengan dipimpin sang desainer Grand Theft Auto dan Crackdown, David Jones. Dahulu dipasarkan dengan sistem berlangganan, ketidakberhasilan game ini dalam mengumpulkan jumlah pemain yang mencukupi dan skor review di bawah rata-rata membuat developernya gulung tikar dalam waktu yang singkat. Namun kisah APB belum berakhir, game ini akhirnya diakuisisi oleh Reloaded Productions kemudian diluncurkan kembali dengan metode free-to-play via Steam tanggal 8 Desember 2011. Singkat cerita, game yang tadinya ditakdirkan untuk terjerembab dalam lubang kegelapan tak berdasar akhirnya dapat kembali tinggal landas, kini dengan update konstan, gameplay yang lebih seimbang serta komunitas pemain yang kian menguat.
http://store.steampowered.com/app/113400/





9. Ghost Recon: Online
Ubisoft dan para gamer PC memiliki sebuah hubungan yang unik. Terkadang kita membencinya karena Ubi terkenal sering mengobrak-abrik fanbase franchise-franchise game PC yang sakral:Splinter Cell, Ghost Recon, Prince of Persia, Assassin’s Creed. Namun terkadang pula, mereka mengejutkan kita dengan merilis game-game baru yang sangat berkualitas: Rayman Origins danFar Cry 3 adalah sedikit contohnya. Dan Ghost Recon: Online adalah percampuran dari kedua dunia di atas, serta menjadi salah satu upaya perdana Ubisoft dalam menerobos pasar free-to-play. Sebagian orang mencemoohnya dan bilang, “Setelah Future Soldier, GRO adalah langkah Ubisoft selanjutnya dalam menodai salah satu IP klasik PC.” Menurut pendapat kami, tanpa bermaksud membela Ubisoft, sebaiknya Anda mencobanya lebih dulu sebelum berkomentar. Dari pengalaman kami hasilnya tidak buruk, mengingat Anda bisa bersenang-senang dengan senjata (semi) masa depan tanpa ditagih biaya.
http://ghost-recon.ubi.com/ghost-recon-online/





8. World of Tanks

Dengan didasari pengalaman belasan tahun dalam membuat permainan wargame table-top serta game strategi turn-based dan keyakinan “tidak ada gamer lelaki yang tidak suka pada tank”, para developer asal Belarusia ini akhirnya berhasil menghadirkan game simulasi tank terbaik di dunia, saat ini. Anda disajikan lebih dari 240 jenis tank dari Uni Soviet, Jerman, Inggris hingga Hungaria. Game ini sangat mencuri hati, bahkan untuk gamer yang sama sekali tidak pernah berminat pada tank, simulasi, perang ataupun sejarah. Di tahun 2012, tercatat sebanyak 45 juta pengguna teregistrasi dari seluruh dunia serta belasan penghargaan dari kritikus di seluruh dunia. Komunitas gamer dari Indonesia pun semakin kokoh dan jumlahnya bertambah pesat. Jika Anda belum pernah menikmatinya sama sekali, untung saja tidak ada kata terlambat, jiwa Anda masih bisa terselamatkan. Silakan kunjungi website-nya sekarang juga.
http://worldoftanks-sea.com/





7. Path of Exile
Baiklah, game ini cukup kontroversial. Sebenarnya dalam entry ini kami berusaha menghindari game-game ber-genre RPG, tapi orang waras yang bisa menahan godaan ARPG hack’n'slash gratis, apalagi dengan grafis yang apik, gameplay adiktif – dimana perk yang Anda beli sama sekali tidak merusak keseimbangan gameplay, disempurnakan dengan pecahan tubuh, onggokan limpa monster yang Anda bunuh serta siraman darah yang hangat? Uniknya, bagi Anda yang benar-benar haus akan kecantikan grafis, Path of Exile bahkan mendukung resolusi 2560×1600. Sang developer yang berkedudukan di Selandia Baru mengklaim bahwa game ini menerapkan metode microtransaction yang “etis”, dan menurut kami hal ini sungguh beralasan. Kami tidak bisa menjanjikan apa-apa, jadi jalan terbaik untuk mengerti kecanggihan game ini adalah dengan mencobanya sendiri…
http://www.pathofexile.com/





6. Super Monday Night Combat
Baiklah, tidak ada gamer yang tidak mengenal Team Fortress 2. Jika game ini terlahir sebagai bayi perempuan, TF2 saat ini mungkin sudah mahir dalam main lompat tali. Itu alasannya kami tidak mencantumkannya dalam daftar ini dan menjadi alasan lain mengapa Anda harus mencoba Super Monday Night Combat. Game ini adalah alternatif cerdas dari Team Fortress 2 dengan genre yang sedikit susah dijelaskan: ehem, third-person multiplayer shooter MOBA (multiplayer online battle arena), diluncurkan oleh sang publisher/developer independen, Uber Entertainment dan menjadi sekuel langsung dari Monday Night Combat yang dirilis di Xbox 360. Game ini, seperti layaknya game MOBA, menuntut kerja sama tim dan optimalisasi keahlian dari masing-masing kelas. Namun berbeda dengan MOBA, seperti game shooter kompetitif online lain, Super Monday Night Combat membutuhkan kecekatan, refleks dan akurasi tinggi. Penasaran? Silakan langsung dicoba.
http://www.uberent.com/smnc/





5. Tribes: Ascend
Dirilis tahun lalu sebagai sekuel dari sekuel sleeper-hit salah satu game multiplayer pertama dan franchise FPS tertua di dunia. Hingga kini, belum ada yang mampu mengalahkan Ascend dalam hal kecepatan, para developernya mengklaim game ini sebagai FPS tercepat di dunia dan mereka tidak salah. Kecepatan bergerak, berpikir dan keakuratan dalam eksekusi adalah sedikit hal yang Anda perlukan untuk menguasai Tribes: Ascend. Game ini adalah sebuah wadah dimana para veteran Quake III: Arena akhirnya bisa menuangkan seluruh kemampuanya. Kami tidak mencoba menjelek-jelekkan game FPS kompetitif online yang lain, namun Ascend terbukti masih menjadi satu dari sedikit game yang benar-benar menuntut skill. Saat Anda berada dalam satu tingkat keahlian, selalu akan ada pemain lain yang lebih baik dari Anda dan hal ini akan mendorong pemain untuk meningkatkan seluruh kemampuannya, lagi, lagi dan lagi.
http://www.hirezstudios.com/tribesascend/home





4. Hawken
Belum ada satu pun game multiplayer di Markas Besar PC Gamer Indonesia yang membuat kegaduhan seperti game ini. Jika Anda ingin melihat seperti apa kepribadian seseorang sesungguhnya, ajak ia ber-Hawken. Bahkan orang paling pendiam pun mungkin akan menjerit girang atau teriak frustasi (kini Anda bisa bayangkan betapa indahnya kata-kata yang rekan kami, John Patrick, lantunkan saat ia sedang memburu Bruiser yang meledakkan pantat mech-nya berkali-kali). Hawken bukanlah game yang sempurna – hingga saat ini developernya berusaha mati-matian menyajikan update agar Hawken menjadi game yang seimbang di semua sisi – namun Hawken sendiri ialah perpaduan Counter-Strike dan MechWarrior yang sempurna. Bahkan menurut kami, Hawken adalah game yang tepat digunakan oleh para psikolog atau psikiater untuk mengukur takaran emosi sang pasien…
https://www.playhawken.com/





3. MechWarrior Online
Jika kita membahas Hawken, kita tidak boleh melupakan bagaimana asal-muasal perang mech berdarah. Jika Hawken diibaratkan sebagai remaja berkemampuan dan potensi tinggi yang kompulsif, maka MechWarrior Online adalah pria dewasa yang matang, karismatik, penuh pemikiran dan bijaksana. Apa yang tidak Anda dapatkan di Hawken, maka MechWarriormenyajikannya. Game ini awalnya didesain sebagai game simulator singleplayer, namun akhirnya diumumkan sebagai MMO untuk menjaring khalayak lebih banyak serta agar lebih mudah diakses oleh para pemula. Namun perlu diingat bahwa MechWarrior Online adalah game untuk mereka yang berdedikasi tinggi, butuh ratusan jam untuk menguasai beberapa jenis mech saja, dan puluhan jam lagi untuk mengerti persenjataan/perlengkapan mana saja yang pas digunakan untuk membungkam satu jenis mech tertentu, serta butuh pengalaman tinggi untuk sadar bahwa Atlas adalah dewa kematian berpenampilan gorila baja raksasa dari neraka.
http://mwomercs.com/





2. League of Legends
MOBA adalah virus paling menular di bumi. Ia sangat menular, mengerikan dan tak kenal ampun, bahkan kami menyaksikan rekan kami menjadi salah satu menjadi korban infeksinya, ia berbicara penuh gagap dan emosi saat tertidur di bawah kubikel, “Stun, stun! Stun! STUN WOI!!! ******!” [disensor penuh karena pemilihan kata makian bawah sadar yang sangat epik - ED] Salah satu game MOBA yang paling legendaris (dan paling populer) adalah League of Legends. Ia berhasil menyingkirkan kompetitornya yang lain dan mendapatkan gelar raja MOBA akibat kombinasi dari consumer support yang sangat solid, update konten yang tidak tanggung-tanggung, player-base yang kokoh dan gameplay seimbang. Bersama dengan StarCraft II, ia duduk di tahta utama dan menjadi salah satu game utama kompetisi game dunia, Major League Gaming… mungkin hinggaDota 2 memasuki tahap open beta.
http://na.leagueoflegends.com/





1. PlanetSide 2
Ada sebuah alasan mengapa PlanetSide 2 kami anugerahi gelar Game of the Year. Ada alasan mengapa game ini dimainkan jutaan orang di seluruh dunia. Ada alasan lain mengapa gamer begitu mencintainya, walau PlanetSide 2 bukanlah game yang mudah. PlanetSide 2 selalu, dan akan selalu, memberikan pertempuran terepik yang bisa Anda dapatkan dari sebuah videogame, dari mulai Anda mencicipinya untuk yang pertama kali hingga Anda menjadi pemain veteran: badai pasir yang mengaburkan pandangan penembak jitu di dataran tinggi benua Indar; penyerangan tiga arah memperebutkan The Crown, dengan bombardir pesawat Galaxy dari kejauhan; ratusan tank berkumpul bersamaan untuk menggempur zona-zona penting di sekitar warp-gate musuh; memimpin batalion pasukan mempertahankan bio-lab atau operasi khusus para Infiltrator Terran Republic untuk merebut fasilitas-fasilitas Vanu Sovereign yang tidak terjaga. Tiap detik yang Anda habiskan di planet Auraxis adalah saat-saat paling menyenangkan dalam ber-gaming… Anda hanya perlu mengorbankan sedikit waktu [bohong, PS2 adalah mesin penyedot waktu terkejam di bumi - ED].
https://www.planetside2.com/


Source : PC GAMER Indonesia - The #1 Authority of PC GAMING
Readmore »»   10 Best Action Free-to-Play Games

Review : Hotline Miami

Iris leher musuh Anda dan curi tongkat baseball-nya. Dobrak pintu di belakang lawan, dan hantamkan kepalanya ke lantai hingga pecah. Lempar tongkat baseball ke musuh ketiga, dan siram wajahnya dengan air keras sambil menyeringai dan melihatnya mengerang sampai akhirnya ia mati. Ambil senapannya, dan menarilah sambil membunuh musuh lain yang telah menunggu Anda.

Hanya butuh satu peluru, satu tikaman, dan satu pukulan ke kepala Anda untuk membunuh karakter Anda di Hotline Miami, tetapi kerapuhan Anda disini bukan berarti Anda harus mengendap-endap untuk menghabisi para musuh. Semakin sering karakter Anda mati, semakin paham pula Anda dengan karakteristik level dan musuh yang Anda temui.




Ketika Anda menyelesaikan misi pertama Anda, Anda akan menemukan dua hal: pertama, gerak-gerik Anda tidak lagi terlihat ceroboh. Sembari bermain, Anda akan menemukan penyelesaian level ini, dan gerakan Anda akan mematikan setiap kali Anda menyerang musuh Anda. Ini seperti koreografi di dalam sebuah film action yang sangat cepat dan diiringi musik yang sangat asyik.



Yang kedua adalah: Hotline Miami di sini berusaha untuk mendoktrin Anda untuk berpikir ala “Hotline Miami“. Tanpa Anda sadari, Anda telah tersihir oleh pola pikir seorang protagonis: yang pendiam namun mematikan. Ketika Anda mulai ketagihan bermain game ini, sangatlah mudah untuk terbawa suasana yang dibawa game ini. Game ini seperti membawa demam baru bagi Anda yang tak akan bisa Anda hindari. Kami mengangkat dua jempol..uhm..EMPAT jempol kami untuk desainer dan konseptor yang telah meracik game apik ini secara jenius.

Terlepas dari game yang bermandikan darah ini, Anda akan menemukan sebuah nuansa thriller yang tidak dapat Anda dapatkan di game lain. Iris testikel lawan dengan samurai, kemudian hancurkan kepala temannya dengan menyeretnya di atas aspal. Anda akan menghujamkan ibu jari Anda ke bola mata musuh Anda sampai pecah dan ia berhenti melawan, kemudian bunuh anjingnya. Apabila karakter Anda mati, Anda dapat mengulangnya kembali sampai Anda menemukan metode terbaik dalam menghabisi semua musuh di dalam ruangan. Semua yangHotline Miami inginkan dari Anda hanyalah membunuh dan dibunuh, dan yang menyenangkan lagi, Anda akan dibuat untuk menyenangi aktifitas Anda. Mengerikan, tetapi inilah yang membuat Anda menjadi ketagihan.

Setelah Anda menyelesaikan tiap misi Anda, Anda akan diberikan poin berdasar performa Anda selama level tersebut. Poin tersebut akan diakumulasi dan akan digunakan untuk membuka reward yang nantinya dapat Anda gunakan di dalam game, seperti samurai dan shuriken serta topeng-topeng yang memiliki power-up masing-masing seperti menambah kekuatan hantaman Anda, menambah gore di dalam game, dan power-up lainnya.



Cerita dalam game ini juga memiliki intrik yang cukup menarik untuk disimak. Pada permulaan game ini Anda akan diperhadapkan di dalam sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat tiga orang bertopeng yang Anda tidak ketahui identitasnya. Seiring berjalannya game, teka-teki tersebut perlahan-lahan akan terungkap, identitas dari tiap orang bertopeng yang Anda temukan akan Anda ketahui.

Game ini patut untuk mendapatkan penghargaan, karena disaat developer berlomba-lomba untuk membuat suatu game dengan grafis yang wah, Hotline Miami justru berusaha untuk menghadirkan nuansa retro yang sangat kental, lengkap dengan musik disko dan jaket varsity yang mencirikan budaya Amerika tahun 80-an.

Let the killings begin…


Readmore »»   Review : Hotline Miami

Review : The Witcher 2 Enhanced Edition (PC)



Namanya Loredo. Dia adalah komandan milisi sekaligus pemimpin desa kumuh bernama Flotsam. Loredo berperangai buruk, korup, sadis, sembrono, dan ditakuti oleh hampir semua warga desa. Belum lagi dia adalah dalang di belakang perdagangan barang-barang ilegal, narkotik, pelacuran, dan pengucilan ras-ras non-manusia. Sekarang dia mengajukan penawaran pada Geralt: jika Geralt berpura-pura kalah pada final pertandingan tinju gaya bebas ini, dia akan membagi sepertiga hasil kemenangannya.

Geralt sudah berjuang keras untuk mencapai titik ini. Awalnya dia bertinju hanya untuk menghabiskan waktu luang, namun setelah beberapa kali menang, semuanya berubah serius. King Ziggy, promotornya yang bermata juling telah menginvestasikan cukup banyak uang dan kepercayaan agar Geralt bisa memenangkan turnamen ini. Pilihannya terasa cukup sederhana. Namun yang Anda harus sadari, game ini adalah The Witcher 2: Assassins of Kings – Enhanced Edition, dimana player disajikan berbagai pilihan serta konsekwensi yang absolut dan tak kenal ampun. Di dunia The Witcher, tidak ada pilihan baik ataupun buruk. Seorang wanita yang Anda selamatkan nyawanya bisa saja menjebak serta menghianati Anda dengan kejam.



Pasti Anda bertanya, “Bukannya The Witcher 2 sudah lama dirilis? Mengapa di-review lagi?” Sama seperti pendahulunya, The Wicher 2 juga mendapatkan sebuah update raksasa: Enhanced Edition. Update gratis (khusus untuk Anda yang sudah memiliki The Witcher 2) ini dirilis bersamaan dengan peluncuran The Witcher 2 di Xbox 360. Jika Anda memutuskan untuk mengunduh semua patch dan ke-empat pilihan bahasanya, total semua file mencapai kurang lebih 15GB. 15GB bukanlah hal main-main.



Phat loot

The Witcher 2, yang dirilis tahun lalu, adalah sebuah game yang tidak biasa. Game ini ditujukan untuk player dewasa, dan tidak pernah memberikan sebuah kesan klise yang biasa kita temukan pada game lain. Politik dan intrik berpengaruh dalam segala aspek gameplay, membuat Anda berpikir lebih dari tiga kali untuk memutuskan suatu pilihan.

Anda bermain sebagai Geralt of Rivia, seorang Witcher, manusia termutasi yang hidup dengan satu tujuan: mencari nafkah dengan membunuh monster dan makhluk non-duniawi lain yang mengancam nyawa manusia. Mutasi yang dia jalani ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah agar Geralt imun kepada berbagai macam penyakit dan infeksi, serta agar ia bisa meminum racun dan ramuan berbahaya yang bisa membantunya dalam menghabisi musuh.



Dengan Enhanced Edition, CD Projekt Red memberikan Anda ratusan fix dan patch untuk memperbaiki dan menyeimbangkan gameplay, lebih dari empat jam gameplay tambahan, lebih dari setengah jam cinematic, termasuk juga beberapa mode permainan yang Anda dapatkan dari patch Version 2.0: Dark Mode yang sulit namun memberikan player berbagai artefak tambahan, Arena Mode – yang secara mengejutkan sangat menyenangkan -dimana player berkompetisi untuk mendapatkan skor tertinggi dengan membunuh berbagai jenis musuh berbeda, hingga hadirnya mode tutorial.

Enhanced Edition juga memberi operasi kecantikan bagi The Witcher 2 yang sesungguhnya adalah salah satu game dengan grafis terindah. Segala objek dan environment yang ada di dalam The Witcher 2 terlihat indah dan detail, bahkan untuk suatu benda remeh yang tidak bisa diinteraksi. Namun berbeda dengan RPG fantasi lain dimana Anda disodori art direction megah dan arsitektur-arsitektur marmer menawan, dunia The Witcher 2 terlihat kumuh dan kotor. Dan hal ini sangat mendukung latar belakang cerita dan memperkuat atmosfer game: dunia The Witcher dipenuhi konflik dan perang sipil, ras non-manusia dikucilkan, dianggap sebagai warga kelas dua, menyulut api kebencian ratusan tahun. Korban berjatuhan di kedua belah pihak. Geralt, sebagai seorang manusia dan juga seorang mutan, terjebak tepat di tengah-tengah konflik ini.



Namun sayang, fitur Ubersampling masih tetap mencekik PC kelas mainstream. Jadi jika Anda memiliki PC kelas mainstream, akan jauh lebih baik untuk melupakan Ubersampling. Tanpa fitur ini, game masih terlihat cantik di PC dan framerate pun jauh lebih nyaman. CD Projekt Red nampaknya juga berusaha keras memperbaiki lip-sync, namun untuk beberapa karakter NPC sekunder, kita masih bisa melihat sedikit beberapa kejanggalan kecil. Namun jika Anda mempertimbangkan teknologi pencahayaan, The Witcher 2 berada di atas angin.

Enhanced Witchey

Beberapa hal yang perlu diacungi jempol adalah voice acting dan penciptaan karakteristik tiap individu: Anda bisa menangkap rasa sombong dari tiap kata yang dikeluarkan oleh Iorveth, Zoltan yang selalu di bawah pengaruh alkohol, hingga King Foltest dengan karakteristik Shakesperean yang membuat dirinya mudah dicintai walaupun Anda hanya bertemu dengannya sebentar. Protagonisnya, Geralt of Rivia, bukanlah karakter pahlawan yang biasa Anda temui di dunia fiksi lain, dia dingin, terkadang herois namun juga oportunis, terkadang tulus namun terkadang materialistis. Tiap karakter NPC memiliki keinginan masing-masing, dan kadang mereka tidak segan untuk berbohong dan menipu untuk mendapatkan hal yang mereka mau.



Penulisan jalan ceritanya sangat luar biasa, bahkan beberapa side-quest disajikan dengan sangat anggun dan membuatnya membekas selalu di benak Anda. Favorit kami adalah ketika Geralt harus mencari dua orang petualang yang terjebak di bekas rumah sakit jiwa berhantu. Beberapa lore terasa rumit dan berlapis, namun sangat pas jika diimplementasikan ke dalam dunia ini. Pilihan penting yang disajikan di akhir Part 1 akan memisah game secara signifikan, meningkatkan tingkat replay-value, dan membuat The Witcher 2 sebagai game RPG story-driven linear terbesar dan paling

kompleks yang pernah ada, bahkan melewati kelas trilogi Mass Effect dan Dragon Age.

Quest sederhana seperti “hancurkan sarang Nekker” memberikan Anda berlapis-lapis hal yang harus dipertimbangkan. Nekker adalah monster yang bersembunyi di dalam tanah, menunggu dengan sabar untuk menyergap korban yang tidak berhati-hati dan menyerang bersama-sama. Sudahkah Anda mempersiapkan silver sword? Jika sudah, seberapa jauh Anda mempelajari habitat dan kebiasaan hidup Nekker? Perlukah Anda meminum Swallow dan melumasi pedang dengan racun? Sudahkah Anda mempertimbangkan untuk memasang perangkap lebih dulu dan menyiapkan bom? Dalam The Witcher 2, tahap persiapan dan pematangan strategi sangat penting, serta sangat menentukan antara keberhasilan dan kegagalan. Tidak seperti di game lain, Anda tidak bisa meminum health potion saat pertempuran dan men-spam-nya ketika nyawa berada di ujung tanduk.


Pertempuran yang Anda lakukan adalah kombinasi dari hack and slash, keakuratan, pemikiran matang, dan pemilihan waktu yang sempurna. Geralt diberikan dua jenis pilihan pedang: perak dan baja. Pedang baja cocok untuk mengatasi para bandit, pemberontak Scoia’tael, dan manusia pada umunya. Pedang perak tepat untuk membunuh segala jenis monster dan undead. Dua jenis pedang inilah yang menjadi ciri khas Geralt. Yang Anda harus pahami adalah tiap musuh memiliki pola serangan dan kelemahan yang berbeda, jika Anda keliru dalam eksekusi, Geralt akan kehilangan nyawa begitu saja.

At the end of the day
The Witcher 2 bisa kita analogikan dengan sebuah karya seni kontemporer dari seorang artis muda berbakat. Game ini akan membuka mata sebagian khalayak gaming yang mendamba sesuatu yang baru dan inovatif, namun terkadang mendapat kritik pedas dari khalayak konservatif. Game ini sungguh berani, dalam arti konotasi dan denotasi: The Witcher 2 tidak malu menampilkan adegan dewasa, namun game ini juga sangat mengerti bahwa Anda adalah gamer dewasa yang berpikiran terbuka. Game ini juga tidak segan-segan untuk mengutarakan lelucon-lelucon konyol yang jelas terinspirasi dari trilogi The Lord of the Rings hingga Assassin’s Creed.

The Witcher 2 mungkin bukan game untuk semua orang, tapi kami yakin segala kecemerlangan yang ada di dalamnya akan menjadi buah bibir dan komparasi dengan game-game lain hingga bertahun-tahun ke depan. Jika Anda belum sempat mencoba The Witcher 2 ketika dirilis tahun lalu, sekarang adalah saat yang tepat untuk menyelami Tameria yang penuh intrik. MK/ER
Readmore »»   Review : The Witcher 2 Enhanced Edition (PC)

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads!

Blog Archive

Clock's Tickin'

This is Me

A modern high-functioning psychopath, Marsa "TotalFat" Kelana loves everything from space operas, steampunk-themed shooters, some messed-up first person shooter, a mind-blowing graphics from Role Playing Game, real-time tactics, adult MMOs, some disturbing mind-fuckeries, crowd-funded indies to real murder simulators (blame Die by the Sword), even a cute people simulation like The Sims. Wait, no. TotalFat is as tame as cute little kittens, he wouldn't hurt anybody, especially himself.