Tampilkan postingan dengan label Review Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Games. Tampilkan semua postingan

Review : VGA Sapphire 7790 - VGA kelas mid-end terbaik saat ini!

Introduction

AMD baru saja meluncurkan chipset terbarunya, yang pertama di tahun 2013 ini dengan kode sandi bernama "bonaire" atau di sebut HD 7790 series, Sapphire sebagai 1st tier dari AMD Radeon partner dengan sigap meluncurkan chipset ini dengan nama Sapphire HD 7790 Dual-X, ya chipset bonaire ini di tempatkan langsung untuk mengisi pasar mid to high saat ini berada di posisi di atas HD 7770 dan secara "teori" di bawah HD 7850, namun yang menarik di sini chipset bonaire ini menggunakan implementasi teknologi AMD terbaru seperti penggunaan New ASIC Design, GCN Architecture yang lebih dikembangkan lagi, serta pengoptimalisasian AMD Powertune Technology, HD 7790 ini punya 896 stream proccesor, dan dual geometry dan tessellation engines sehingga penggunaan tessellation mode tidak terlalu membebani kinerja GPU (HD7770 hanya punya masing2 1 geometry dan tessellation engines), interface memory 128 bit mengikuti kelas "cape verde" HD7770 namun dengan clock speed memory yang lebih tinggi, menarik melihat spesifikasi HD7790 ini seberapa baik performanya, pengembangan teknologi terbaru di HD 7790 ini di jelaskan dengan beberapa tabel di bawah ini :

Spoiler for Show









Technical spec dengan chipset terdekat sbb :

Spoiler for Show



Features

Spoiler for Show













Specification

Spoiler for Show



Packages & Accesories

Box sedikit berbeda dari tampilan Sapphire biasanya, kali ini menggunakan tema warna merah dan tak lupa Wanita Iconic khas Sapphire yang makin hari makin aneh saja ahahaha

Spoiler for Show



Fitur fitur yang terdapat pada HD 7790 dan award2 yang telah di menangkan Sapphire

Spoiler for Show


Aksesoris yang di dapat terbilang lengkap seperti :
• Driver CD
• Crossfire Bridge
• DVI to VGA Adapter
• 6 pin to 4 pin Power Cable

Spoiler for Show


Closer Look
Sekilas mirip Sapphire HD7770 Vapor-X ya bro namun dengan aksen berbeda dengan tambahan warna hitam

Spoiler for Show


Crossfire Bridge di sediakan bagi masbro yang menginginkan performa lebih tetapi dengan catatan hanya bisa dengan Sapphire HD 7790 lainnya tidak bisa HD 7770 series maupun HD 7750

Spoiler for Show


Untuk konsumsi daya hanya membutuhkan 1 x 6 Power pin PCI-Express, terbilang irit daya menurut ane

Spoiler for Show

Interface Connector sangat lengkap dengan detil sbb :
• 1 x HDMI Port (with 3D)
• 1 x DVI - D
• 1 x DVI - I
• 1 x Display Port 1.2

Spoiler for Show
Hardware & Software Test Setup
Hardware
• Mainboard : Asrock Z77 Fatality Proffesional Edition
• Proccesor : Intel i5 3570K @4,5 GHZ
• Heatsink : Cooler Master Seidon 240 M
• Memory : Corsair Vengeance PC12800 4GB x 2
• Graphic Card : Sapphire HD 7790 Dual-X
• Power Supply : Cooler Master Silent Pro Gold 1200 W
• Storage : Western Digital Caviar Black 1 TB SATA 3
• OS : Windows 7 Ultimate 64 Bit
• Driver : Catalyst 13.1

Benchmark di test dengan resolusi 1920x1080 (Full HD) dan settingan Real Game mentok kanan a.k.a ultra detail, extreme detail dsb serta Anti Alias set mentok dan VSync OFF.

Software
• 3DMark 11
• 3DMark Vantage
• 3DMark 06
• Alien VS Predator
• F1 2012
• Far Cry 3
• Hitman : Absolution
• Sleeping Dog
• Tomb Raider
• Heaven Benchmark Alley
• Furmark

TechPowerup GPU-Z



Ane Menggunakan settingan sbb :
• CPU Clock set to 4,5 Ghz
• Memory set to XMP Profile (1600Mhz)

About FPS

FPS ? semua gamers pasti sangat sering mengucap kata2 ini berapa fps game ini di system kamu dsb, FPS ( Frame per Second) memang di jadikan acuan seberapa mampunya system kita menghandle game-game yang berat tersebut, ane buat kategori berdasarkan tingkat gameplay sbb :

Frames per Second Gameplay
• dibawah 30 FPS Patah Patah :hammer:
• 30-40 FPS Cukup baik dan nyaman di mainkan
• 40-60 FPS Good Gameplay
• diatas 60 FPS Maksimum Gameplay Possible masbro

3DMark 11
Performance

Spoiler for Show


Extreme
Spoiler for Show

3DMark Vantage
Performance

Spoiler for Show

High

Spoiler for Show

3DMark06
Performance

Spoiler for Show

Extreme

Spoiler for Show

Alien VS Predator

Spoiler for Show

F1 2012

Spoiler for Show

Far Cry 3

Spoiler for Show

Hitman : Absolution

Spoiler for Show

Sleeping Dog

Spoiler for Show

Tomb Raider

Spoiler for Show

Heaven Benchmark Alley

Spoiler for Show

Furmark

Spoiler for Show


Conclusion

Chipset Radeon HD 7790 ini berbasis dari chipset terbaru yang bernama bonaire sehingga pada implementasinya jika masbro menginginkan konfigurasi crossfire maka tidak bisa dengan sesama HD77xx series lainnya karena beda arsitektur, dari skor benchmark yang di hasilkan terlihat posisi Sapphire HD 7790 ini berada di atas HD 7770 dan di bawah HD 7850, namun yang menarik di sini HD 7790 ini cukup bisa di andalkan untuk bermain game dengan resolusi Full HD, padahal interface memorinya hanya 128 bit, sepertinya pengoptimalisasian technology dari AMD memberi angin positif ke pengingkatan performa, jika masbro mencari vga under 2 jutaan maka Sapphire HD 7790 Dual-X ini sangat layak di pilih melihat performanya yang menakjubkan karena dari sisi harga lebih dekat ke HD 7770 namun performa lebih mendekati HD 7850.

Pros
• Sudah teroverclock dari pabrikan
• Silent
• Punya potensi overclock yang bagus karena menggunakan Dual-X cooling dari Sapphire
• Konsumsi daya yang rendah (hanya menggunakan 1x 6 Power Pin PCI-Express
• Dapat Game Bundel BioShock Infinite (AMD Settle Reloaded promo)
• Full Support PCI-Express 3.0 dan DirectX 11.1

Cons
• Tidak ada voltage control
• Barang masih susah di dapat
Readmore »»   Review : VGA Sapphire 7790 - VGA kelas mid-end terbaik saat ini!

DreadOut - Game Horror Kebanggaan Indonesia

Game-game bernuansa horor mungkin masih lebih populer dengan Resident evil atau Life 4 dead. Namun, Anda harus tahu bahwa Indonesia sekarang sudah mampu berbicara dalam “bidang” horor lewat game. Developer Digital Happiness pada awal tahun 2013 telah merilis sebuah game horor berjudul Dreadout. Hebatnya, Game ini sudah didesain dengan tampilan 3D yang mengusung perspektif 3rd person, dan mengkisahkan sebuah petualangan sekelompok pelajar SMA yang terjebak di sebuah kota misterius. Untuk genre Dreadout adalah Survival Horor.

Plot cerita game horor Dread Out berawal dari Linda, sang karakter utama yang terpisah dari teman- temannya saat melakukan petualangan di tempat asing. Dia berusaha untuk menemukan kembali kelompok teman-temannya. Saat berusaha menemukan teman-temannya, Linda dikagetkan oleh para makhluk misterius atau hantu. Uniknya, dalam Dreadout ini, Linda dapat membasmi para hantu yang ada dengan senjata kamer. Mungkin agak aneh, namun sebenarnya plot macam ini sama seperti game Fatal Frame yang juga memiliki tokoh karakter perempuan dan bermodalkan kamera.
Saat Linda berkeliling tempat , ia bertemu dengan berbagai macam hantu lokal khas Indonesia, diantaranya adalah pocong, kuntilanak dan makhluk dhemit lain. Apakah Linda semata-mata takut dengan para hantu? Tidak juga, karena dalam plot cerita, Linda dikisahkan sebagai anak yang memiliki kemampuan magis atau spiritual sehingga dia berani memburu hantu dengan kamera handphone. Jadi dalam game ini tidak ada aksi berlari menghindari hantu dan bersembunyi seperti yang ada pada film-film. Anda sebagai pemain bisa langsung menggunakan kamera handphone ini untuk melumpuhkan para hantu yang muncul. Hanya lakukan pemilihan mode bidik dan tekan, maka para hantu yang ada dalam jangkauan kamera Linda akan menghindar dengan sendirinya, menerima damage, dan akhirnya kalah. Selain itu, ada pula tanda indikator berwarna merah untuk memberikan pre-caution mengenai hadirnya ancaman dan biru untuk clue, agar memudahkan sang karakter utama untuk menemukan barang atau item yang ia butuhkan.

Mungkin yang menjadi perbedaan antara Dreadout dengan Fatal Frame adalah penggunaan fitur kamera. Dalam Fatal Frame masih digunakan Obscura Camera yang jadul, sedangkan Dreadout telah menggunakan kamera digital dalam smartphone. Hanya saja, untuk penggunaan kamera digital pada Dreadout tidak terbatas, baik baterai dan memori. Kemungkinan memang pihak pengembang tidak terlalu memperhatikan hal ini.

Untuk tampilan grafisnya, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Dreadout hadir dengan latar belakang yang dibangun dengan model 3D. inilah yang membuat DreadOut menawarkan kualitas visual yang sangat baik, terutama pada detailnya. Bahkan bentuk karakter juga sangat bagus seperti pada karakter Fatal Frame, hanya saja dengan wajah khas Indonesia. Salah satu yang mengagetkan bahwa dalam perjalanan petualangannya, Linda bertemu dengan seekor kucing. Bagaimana tidak? Di Indonesia seekor kucing memang lazim ditemui dimanapun Anda berada, diperumahan, gedung kosong, pekarangan atau jalanan. Seekor kucing kecil berwarna hitam dihadapan Linda terus menatap dan mengikutinya, elemen kecil inilah yang justru menawarkan sensasi horror tersendiri bagi pemain.

Bangunan dalam Dreadout memang tidak terlalu jelas karena game ini disetting dalam keadaan yang gelap dan Anda hanya akan mendapatkan penerangan seadanya. Namun bisa dipastikan bahwa konstruksinya masih terlihat sangat Indonesia, dengan jalanan yang sempit dan gelap, sunyi, tenang, penuh dengan pepohonan, serta adanya sepetak kuburan yang menyeramkan. Setting tempat macam ini sangat populer pada film horor bioskop. Selain itu, kemunculan para hantu juga dilakukan secara spontan dan cukup membuat pemain kaget. Bahkan ada pula elemen suara-suara lain seperti pecahan kaca, suara serangga, maupun suara seperti lolongan serigala.

Karena Dreadout merupakan game buatan developer Indonesia, tentu saja percakapan antara karakter dilakukan dengan bahasa Indonesia. Uniknya bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia sehari-hari, bukan bahasa baku.

Pihak Digital Happiness menyediakan media distribusi dengan download digital maupun dengan media DVD. Harga yang ditawarkan hanya sebesar 70 hingga 100 ribu, agar menghindari pembajakan. Anda bisa mengunduh versi demo pada situs resmi Dreadout di sini.

Ukuran file hanya sebesar 506.27 MB dan hanya dapat dimainkan pada OS minimal Windows XP dan 7, Mac OS X 10.6 serta Linux kernel 2.6.32. [ALX]






ScreenShot:








The Ghost List (For Now) :








Readmore »»   DreadOut - Game Horror Kebanggaan Indonesia

Review : Hotline Miami

Iris leher musuh Anda dan curi tongkat baseball-nya. Dobrak pintu di belakang lawan, dan hantamkan kepalanya ke lantai hingga pecah. Lempar tongkat baseball ke musuh ketiga, dan siram wajahnya dengan air keras sambil menyeringai dan melihatnya mengerang sampai akhirnya ia mati. Ambil senapannya, dan menarilah sambil membunuh musuh lain yang telah menunggu Anda.

Hanya butuh satu peluru, satu tikaman, dan satu pukulan ke kepala Anda untuk membunuh karakter Anda di Hotline Miami, tetapi kerapuhan Anda disini bukan berarti Anda harus mengendap-endap untuk menghabisi para musuh. Semakin sering karakter Anda mati, semakin paham pula Anda dengan karakteristik level dan musuh yang Anda temui.




Ketika Anda menyelesaikan misi pertama Anda, Anda akan menemukan dua hal: pertama, gerak-gerik Anda tidak lagi terlihat ceroboh. Sembari bermain, Anda akan menemukan penyelesaian level ini, dan gerakan Anda akan mematikan setiap kali Anda menyerang musuh Anda. Ini seperti koreografi di dalam sebuah film action yang sangat cepat dan diiringi musik yang sangat asyik.



Yang kedua adalah: Hotline Miami di sini berusaha untuk mendoktrin Anda untuk berpikir ala “Hotline Miami“. Tanpa Anda sadari, Anda telah tersihir oleh pola pikir seorang protagonis: yang pendiam namun mematikan. Ketika Anda mulai ketagihan bermain game ini, sangatlah mudah untuk terbawa suasana yang dibawa game ini. Game ini seperti membawa demam baru bagi Anda yang tak akan bisa Anda hindari. Kami mengangkat dua jempol..uhm..EMPAT jempol kami untuk desainer dan konseptor yang telah meracik game apik ini secara jenius.

Terlepas dari game yang bermandikan darah ini, Anda akan menemukan sebuah nuansa thriller yang tidak dapat Anda dapatkan di game lain. Iris testikel lawan dengan samurai, kemudian hancurkan kepala temannya dengan menyeretnya di atas aspal. Anda akan menghujamkan ibu jari Anda ke bola mata musuh Anda sampai pecah dan ia berhenti melawan, kemudian bunuh anjingnya. Apabila karakter Anda mati, Anda dapat mengulangnya kembali sampai Anda menemukan metode terbaik dalam menghabisi semua musuh di dalam ruangan. Semua yangHotline Miami inginkan dari Anda hanyalah membunuh dan dibunuh, dan yang menyenangkan lagi, Anda akan dibuat untuk menyenangi aktifitas Anda. Mengerikan, tetapi inilah yang membuat Anda menjadi ketagihan.

Setelah Anda menyelesaikan tiap misi Anda, Anda akan diberikan poin berdasar performa Anda selama level tersebut. Poin tersebut akan diakumulasi dan akan digunakan untuk membuka reward yang nantinya dapat Anda gunakan di dalam game, seperti samurai dan shuriken serta topeng-topeng yang memiliki power-up masing-masing seperti menambah kekuatan hantaman Anda, menambah gore di dalam game, dan power-up lainnya.



Cerita dalam game ini juga memiliki intrik yang cukup menarik untuk disimak. Pada permulaan game ini Anda akan diperhadapkan di dalam sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat tiga orang bertopeng yang Anda tidak ketahui identitasnya. Seiring berjalannya game, teka-teki tersebut perlahan-lahan akan terungkap, identitas dari tiap orang bertopeng yang Anda temukan akan Anda ketahui.

Game ini patut untuk mendapatkan penghargaan, karena disaat developer berlomba-lomba untuk membuat suatu game dengan grafis yang wah, Hotline Miami justru berusaha untuk menghadirkan nuansa retro yang sangat kental, lengkap dengan musik disko dan jaket varsity yang mencirikan budaya Amerika tahun 80-an.

Let the killings begin…


Readmore »»   Review : Hotline Miami

Review : The Witcher 2 Enhanced Edition (PC)



Namanya Loredo. Dia adalah komandan milisi sekaligus pemimpin desa kumuh bernama Flotsam. Loredo berperangai buruk, korup, sadis, sembrono, dan ditakuti oleh hampir semua warga desa. Belum lagi dia adalah dalang di belakang perdagangan barang-barang ilegal, narkotik, pelacuran, dan pengucilan ras-ras non-manusia. Sekarang dia mengajukan penawaran pada Geralt: jika Geralt berpura-pura kalah pada final pertandingan tinju gaya bebas ini, dia akan membagi sepertiga hasil kemenangannya.

Geralt sudah berjuang keras untuk mencapai titik ini. Awalnya dia bertinju hanya untuk menghabiskan waktu luang, namun setelah beberapa kali menang, semuanya berubah serius. King Ziggy, promotornya yang bermata juling telah menginvestasikan cukup banyak uang dan kepercayaan agar Geralt bisa memenangkan turnamen ini. Pilihannya terasa cukup sederhana. Namun yang Anda harus sadari, game ini adalah The Witcher 2: Assassins of Kings – Enhanced Edition, dimana player disajikan berbagai pilihan serta konsekwensi yang absolut dan tak kenal ampun. Di dunia The Witcher, tidak ada pilihan baik ataupun buruk. Seorang wanita yang Anda selamatkan nyawanya bisa saja menjebak serta menghianati Anda dengan kejam.



Pasti Anda bertanya, “Bukannya The Witcher 2 sudah lama dirilis? Mengapa di-review lagi?” Sama seperti pendahulunya, The Wicher 2 juga mendapatkan sebuah update raksasa: Enhanced Edition. Update gratis (khusus untuk Anda yang sudah memiliki The Witcher 2) ini dirilis bersamaan dengan peluncuran The Witcher 2 di Xbox 360. Jika Anda memutuskan untuk mengunduh semua patch dan ke-empat pilihan bahasanya, total semua file mencapai kurang lebih 15GB. 15GB bukanlah hal main-main.



Phat loot

The Witcher 2, yang dirilis tahun lalu, adalah sebuah game yang tidak biasa. Game ini ditujukan untuk player dewasa, dan tidak pernah memberikan sebuah kesan klise yang biasa kita temukan pada game lain. Politik dan intrik berpengaruh dalam segala aspek gameplay, membuat Anda berpikir lebih dari tiga kali untuk memutuskan suatu pilihan.

Anda bermain sebagai Geralt of Rivia, seorang Witcher, manusia termutasi yang hidup dengan satu tujuan: mencari nafkah dengan membunuh monster dan makhluk non-duniawi lain yang mengancam nyawa manusia. Mutasi yang dia jalani ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah agar Geralt imun kepada berbagai macam penyakit dan infeksi, serta agar ia bisa meminum racun dan ramuan berbahaya yang bisa membantunya dalam menghabisi musuh.



Dengan Enhanced Edition, CD Projekt Red memberikan Anda ratusan fix dan patch untuk memperbaiki dan menyeimbangkan gameplay, lebih dari empat jam gameplay tambahan, lebih dari setengah jam cinematic, termasuk juga beberapa mode permainan yang Anda dapatkan dari patch Version 2.0: Dark Mode yang sulit namun memberikan player berbagai artefak tambahan, Arena Mode – yang secara mengejutkan sangat menyenangkan -dimana player berkompetisi untuk mendapatkan skor tertinggi dengan membunuh berbagai jenis musuh berbeda, hingga hadirnya mode tutorial.

Enhanced Edition juga memberi operasi kecantikan bagi The Witcher 2 yang sesungguhnya adalah salah satu game dengan grafis terindah. Segala objek dan environment yang ada di dalam The Witcher 2 terlihat indah dan detail, bahkan untuk suatu benda remeh yang tidak bisa diinteraksi. Namun berbeda dengan RPG fantasi lain dimana Anda disodori art direction megah dan arsitektur-arsitektur marmer menawan, dunia The Witcher 2 terlihat kumuh dan kotor. Dan hal ini sangat mendukung latar belakang cerita dan memperkuat atmosfer game: dunia The Witcher dipenuhi konflik dan perang sipil, ras non-manusia dikucilkan, dianggap sebagai warga kelas dua, menyulut api kebencian ratusan tahun. Korban berjatuhan di kedua belah pihak. Geralt, sebagai seorang manusia dan juga seorang mutan, terjebak tepat di tengah-tengah konflik ini.



Namun sayang, fitur Ubersampling masih tetap mencekik PC kelas mainstream. Jadi jika Anda memiliki PC kelas mainstream, akan jauh lebih baik untuk melupakan Ubersampling. Tanpa fitur ini, game masih terlihat cantik di PC dan framerate pun jauh lebih nyaman. CD Projekt Red nampaknya juga berusaha keras memperbaiki lip-sync, namun untuk beberapa karakter NPC sekunder, kita masih bisa melihat sedikit beberapa kejanggalan kecil. Namun jika Anda mempertimbangkan teknologi pencahayaan, The Witcher 2 berada di atas angin.

Enhanced Witchey

Beberapa hal yang perlu diacungi jempol adalah voice acting dan penciptaan karakteristik tiap individu: Anda bisa menangkap rasa sombong dari tiap kata yang dikeluarkan oleh Iorveth, Zoltan yang selalu di bawah pengaruh alkohol, hingga King Foltest dengan karakteristik Shakesperean yang membuat dirinya mudah dicintai walaupun Anda hanya bertemu dengannya sebentar. Protagonisnya, Geralt of Rivia, bukanlah karakter pahlawan yang biasa Anda temui di dunia fiksi lain, dia dingin, terkadang herois namun juga oportunis, terkadang tulus namun terkadang materialistis. Tiap karakter NPC memiliki keinginan masing-masing, dan kadang mereka tidak segan untuk berbohong dan menipu untuk mendapatkan hal yang mereka mau.



Penulisan jalan ceritanya sangat luar biasa, bahkan beberapa side-quest disajikan dengan sangat anggun dan membuatnya membekas selalu di benak Anda. Favorit kami adalah ketika Geralt harus mencari dua orang petualang yang terjebak di bekas rumah sakit jiwa berhantu. Beberapa lore terasa rumit dan berlapis, namun sangat pas jika diimplementasikan ke dalam dunia ini. Pilihan penting yang disajikan di akhir Part 1 akan memisah game secara signifikan, meningkatkan tingkat replay-value, dan membuat The Witcher 2 sebagai game RPG story-driven linear terbesar dan paling

kompleks yang pernah ada, bahkan melewati kelas trilogi Mass Effect dan Dragon Age.

Quest sederhana seperti “hancurkan sarang Nekker” memberikan Anda berlapis-lapis hal yang harus dipertimbangkan. Nekker adalah monster yang bersembunyi di dalam tanah, menunggu dengan sabar untuk menyergap korban yang tidak berhati-hati dan menyerang bersama-sama. Sudahkah Anda mempersiapkan silver sword? Jika sudah, seberapa jauh Anda mempelajari habitat dan kebiasaan hidup Nekker? Perlukah Anda meminum Swallow dan melumasi pedang dengan racun? Sudahkah Anda mempertimbangkan untuk memasang perangkap lebih dulu dan menyiapkan bom? Dalam The Witcher 2, tahap persiapan dan pematangan strategi sangat penting, serta sangat menentukan antara keberhasilan dan kegagalan. Tidak seperti di game lain, Anda tidak bisa meminum health potion saat pertempuran dan men-spam-nya ketika nyawa berada di ujung tanduk.


Pertempuran yang Anda lakukan adalah kombinasi dari hack and slash, keakuratan, pemikiran matang, dan pemilihan waktu yang sempurna. Geralt diberikan dua jenis pilihan pedang: perak dan baja. Pedang baja cocok untuk mengatasi para bandit, pemberontak Scoia’tael, dan manusia pada umunya. Pedang perak tepat untuk membunuh segala jenis monster dan undead. Dua jenis pedang inilah yang menjadi ciri khas Geralt. Yang Anda harus pahami adalah tiap musuh memiliki pola serangan dan kelemahan yang berbeda, jika Anda keliru dalam eksekusi, Geralt akan kehilangan nyawa begitu saja.

At the end of the day
The Witcher 2 bisa kita analogikan dengan sebuah karya seni kontemporer dari seorang artis muda berbakat. Game ini akan membuka mata sebagian khalayak gaming yang mendamba sesuatu yang baru dan inovatif, namun terkadang mendapat kritik pedas dari khalayak konservatif. Game ini sungguh berani, dalam arti konotasi dan denotasi: The Witcher 2 tidak malu menampilkan adegan dewasa, namun game ini juga sangat mengerti bahwa Anda adalah gamer dewasa yang berpikiran terbuka. Game ini juga tidak segan-segan untuk mengutarakan lelucon-lelucon konyol yang jelas terinspirasi dari trilogi The Lord of the Rings hingga Assassin’s Creed.

The Witcher 2 mungkin bukan game untuk semua orang, tapi kami yakin segala kecemerlangan yang ada di dalamnya akan menjadi buah bibir dan komparasi dengan game-game lain hingga bertahun-tahun ke depan. Jika Anda belum sempat mencoba The Witcher 2 ketika dirilis tahun lalu, sekarang adalah saat yang tepat untuk menyelami Tameria yang penuh intrik. MK/ER
Readmore »»   Review : The Witcher 2 Enhanced Edition (PC)

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads!

Blog Archive

Clock's Tickin'

This is Me

A modern high-functioning psychopath, Marsa "TotalFat" Kelana loves everything from space operas, steampunk-themed shooters, some messed-up first person shooter, a mind-blowing graphics from Role Playing Game, real-time tactics, adult MMOs, some disturbing mind-fuckeries, crowd-funded indies to real murder simulators (blame Die by the Sword), even a cute people simulation like The Sims. Wait, no. TotalFat is as tame as cute little kittens, he wouldn't hurt anybody, especially himself.